PROBLEMATIKA KELUARGA DALAM MASYARAKAT KONTEMPORER

Assalamualaikum wr. wb

Hai semuanya, hari ini saya akan membahas materi 2 muamalah tentang “PROBLEMATIKA KELUARGA DALAM MASYARAKAT KONTEMPORER”

Sebelum lanjut ke materi saya ingin tahu terlebih dahulu Apa itu keluarga? Keluarga dalam pemahaman umum itu adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dan dalam keadaan saling ketergantungan.

Setelah kita tahu pemahaman umum dalam keluarga, kita akan melanjutkan materi yang akan kita bahas. Sebelum itu saya ingin bertanya Apa kalian tahu tentang Apa itu Problematika Keluarga? Problem keluarga artinya kehidupan keluarga dalam keadaan kacau, yang tak teratur dan terarah, lalu orang tua kehilangan kewibawaan untuk mengendalikan kehidupan anak-anaknya terutama anak remaja, mereka melawan orangtua, dan terjadi pertengkaran terus menerus antara ibu dengan bapak terutama mengenai soal mendidik anak-anak. Bahkan, problem keluarga juga bisa membawa  perceraian suami-isteri. namun , problem keluarga juga bisa di artikan dengan suatu kondisi yang sangat labil di keluarga, yang dimana komunikasi dua arah sudah tidak ada lagi.

Nah, kita sudah tahu garis besar materi yang akan kita bahas sekarang kita lanjut ke intinya ya !!!

1.      Kedudukan Pernikahan dalam Perspektif Masyarakat Kontemporer

a.       Adanya Nikah Misyar

    Menurut Yusuf al-Qardhawi (1. 1926), nikah misyar merupakan pernikahan syar’i yang prateknya tidak sama dengan pratek nikah pada umumnya. Dalam nikah misyar pihak istri menggugurkan sebagai hak-haknya yang seharusnya diterima dari pihak suami.

Saya ambil contoh misalnya, istri yang tidak menuntut hak nafkah dan hak mabit (hak mendapatkan giliran bermalam, dan biasanya posisi istri sebagai istri kedua atau ketiga). umumnya, nikah misyar ini adalah pernikahan yang kedua kali atau ketiga kali bagi suami. Sehingga bisa itu dikatakan bahwa nikah misyar adalah bagian dari praktek poligami.

 

b.      Adanya Nikah Sirih 

     Pernikahan yang dilakukan secara diam-diam, tanpa saksi-saksi, bahkan seharusnya paling tidak dengan restu wali. Islam menganjurkan agar dilakukan pesta, walau sederhana, dan dirayakan dengan bunyi-bunyi (musik). 

Saya mengambil contoh misalnya, karena itu pula, siapa yang diundang ke walimah (pesta pernikahan), maka dia sangat dianjurkan untuk menghadirinya. Jika dia tidak puasa, maka dia sangat dianjurkan untuk menghadirinya. Jika dia tidak berpuasa, maka hendaklah dia makan, tapi bila berpuasa cukup menghadirinya saja. Ini bukan hanya untuk menampakkan kebahagian dengan terjalinnya pernikahan itu, tetapi juga sebagai kesaksian, sehingga dapat menampik sekian banyak isu negatif yang boleh jadi muncul atau penganiayaan yang dapat terjadi atas salah satu pasangan.

 

c.       Nikah Mut’ah  

    Nikah mut’ah adalah ikatan nikah antara seseorang laki-laki dan perempuan, untuk masa depan yang mereka sepakati bersama, dengan upah tertentu.

Saya akan mengambil contoh misalnya, dalam pernikahan macam ini, tidak terealisasi makna yang disebut sebelumnya. Ia memang pernah diperbolehkan oleh Nabi saw, sebelum syariat islam ini mapan. Namun, diperbolehkannya pun hanya dalam perjalanan dan peperangan, kemudian dilarang dan diharamkan untuk selama-lamanya.

 

2.      Problematika Keluarga dalam Masyarakat Kontemporer

a.       Masalah Perekonomian

Keluarga miskin masih besar jumlahnya di negara ini. Kemiskinan ini jelas berdampak terhadap keluarga. Jika kehidupan emosional suami isteri itu tidak dewasa, maka kemungkinan akan timbul pertengkaran. Sebab, isteri banyak menuntut hal-hal yang di luar makan dan minum. Padahal penghasilan suami sebagai buruh lepas, dan hanya dapat memberi makan dan rumah. Tetapi  Karena suami tidak sanggup untuk memenuhi tuntutan isteri dan anak-anaknya maka timbullah pertengkaran suami isteri yang sering menjurus kearah perceraian.

b.      Masalah Kesehatan

Kesehatan itu sangat penting, karena jika diantara anggota keluarga sakit maka pengeluaran untuk ke dokter, membeli obat-obatan dan biaya rumah sakit akan bertambah. Apalagi jika salah satu anggota keluarga terjangkit penyakit menular itu akan membutuhkan pengeluaran yang lebih banyak lagi. Masalah gizi buruk menghantui banyak keluarga miskin di Indonesia dan kurang kesadaran masyarakat akan kesehatan semakin menambah parahnya masalah kesehatan keluarga.

c.       Masalah Seksual

Hubungan seksual yang tidak harmonis itu menjadi salah satu pemicu konflik dalam kehidupan rumah tangga, banyak pasangan tidak menyadari pentingnya hubungan seksual ini. Bahkan banyak diantara pasangan yang menjalani hubungan seksual sebagai hal rutinitas semata. Sekedar menjalankan kewajiban, tidak ada nuansa keindahan di dalamnya. Sering kita baca di surat kabar bahwa suatu masalah yang rumit untuk di kaji adalah masalah perselingkuhan yang di lakukan oleh suami atau isteri karena masalah seksual.

d.      Masalah Pendidikan

Masalah pendidikan sering menjadi penyebab terjadinya problem di dalam keluarga. Jika pendidikan agak lumayan pada suami-isteri, maka wawasan tentang kehidupan keluarga dapat dipahami oleh mereka. Tetapi Sebaliknya pada suami-isteri yang pendidikannya rendah sering tidak dapat memahami liku-liku keluarga. Akibatnya terjadi pertengkaran yang mungkin menjadi perceraian. Jika pendidikan agama ada atau lumayan, mungkin sekali kelemahan dibidang pendidikan akan diatasi. Artinya suami-isteri akan dapat mengekang nafsu masing-masing sehingga pertengkaran dapat dihindari. Mengapa begitu? karena agama islam mengajarkan agar orang bersabar dan shalat dalam menghadapi gejolak hidup termasuk rumah tangga.

e.       Masalah Pekerjaan

Persaingan dalam dunia kerja dan dunia usaha juga semakin tajam menambah makin beratnya beban keluarga adakalanya pasangan suami-isteri terpaksa bekerja serabutan atau bekerja di luar keahliannya demi memperoleh penghasilan, namun, Persoalan pekerjaan di kantor sering berimbas pada rumah tangga. Kesibukannya terfokus pada pekerjaan pencarian materi yaitu harta dan uang.

f.       Masalah Agama

Peran Agama sangat penting dalam membangun keluarga harmonis. Termasuk dalam hal menentukan arah keluarga, pernikahan yang di bangun atas dasar kesamaan agama terkadang sering bermasalah apa lagi dengan pernikahan yang beda agama pasti mempunyai masalah. Dari perbedaan agama inilah muncul permasalahan dalam sebuah rumah tangga.

g.      Masalah Komunikasi

Merupakan masalah fundamental yang menentukan kebahagiaan keluarga, kesenjangan komunikasi sering memicu timbulnya permasalahan lain yang lebih kompleks dan perlu disadari bahwa apapun permasalahan dalam keluarga (suami-isteri dan anak) solusinya melalui proses komunikasi yang baik. Semuanya perlu belajar berkomunikasi yang baik demi keutuhan keluarga.

 

3.      Akar-Akar Problematika Keluarga di Masyarakat Kontemporer

Karakteristik utama setiap orang terbentuk oleh sifat-sifat yang diwarisi dari orangtuanya dan kondisi lingkungan sejak ia berada di perut ibunya sampai dia besar dan dewasa. Karena itu, dapat dipastikan bahwa sepasang suami istri pasti berbeda sifat genetis, pendidikan, watak, cita-cita, selera, dan sebagainya. Pernikahan menyatukan dua individu yang berbeda hampir segala hal.

 

4.      Banyak penyebab masalah rumah tangga. Diantaranya yaitu :

a.       Perbedaan agama.

b.      Perbedaan kriteria moral.

c.       Perbedaan wawasan yang terlalu jauh.

d.      Perbedaan yang tajam dalam hal tradisi sosial.

e.  Perbedaan yang besar antara suami dan istri dalam level ketampanan, tinggi tubuh, kecerdasan, pendidikan, wawasan, dan level sosial.

f.       Tumpang tindih dalam tugas tanggung jawab.

g.      Sama-sama kurang menghargai kondisi pasangan.

h.      Perrbedaan yang tajam dalam hal watak dan hal-hal asasi lainnya.

i.        Perbedaan usia yang terlalu jauh tanpa ada kompensasinya.

j.        Tidak ada komunikasi yang konstruktif dan tenang antara pasangan suami istri.

k.      Campur tangan keluarga, khususnya ibu mertua, lalu tetangga dan teman dalam kehidupan rumah tangga.

l.        Tinggal serumah dan tidak berpisah dari keluarga, atau saudara yang telah berkeluarga.

m.    Suami atau istri tidak merahasiakan kehidupan emosional dan seksual mereka.

n.      Suami atau istri yang mudah terpengaruh oleh pendapat orang lain tentang pasangannya.

o.      Perasaan suami atau istri bahwa teman-teman pasangannya kurang menghormati dirinya.

p.    Suami atau istri terlalu banyak memberikan perhatian atau waktu kepada temannya, sehingga dia melupakan hak-hak pasangan hidupnya.

q.    Merasuknya kebosanan dan kejenuhan ke dalam kehidupan rumah tangga akibat tiadanya perubahan dan kreativitas.

r.        Rasa cemburu yang berlebih-lebihan dari salah seorang pasangan.

s.       Keraguan terhadap kejujuran pasangan hidup tanpa dalil yang kuat dan terpercaya.

t.        Suami mengancam akan menceraikan istri atau menikahi wanita lain.

 

Sekian pemaparan materi yang saya berikan, Terimakasih

Wassalamualaikum, wr. wb

REVIEW By. Fara Aulia


Komentar