KELUARGA MUSLIM SEBAGAI FONDASI DASAR DALAM MEMBANGUN PERADABAN
Assalamualaikum chinguuuu, hari ini enaknya bahas tentang apa ya? Ohya gimana kalau kita bahas tentang keluarga. Hmmm pasti ada beberapa dari kalian yang sudah berkeluarga dan ada yang belum ya. Sebelum pembahasan lebih lanjut kita bahas dulu yuk apa pengertian keluarga.
Keluarga adalah sosialisasi primer yang artinya lingkungan masyarakat pertama yang dikenal seseorang ketika lahir. Sebagai media sosialisasi primer sudah tentu keluargalah yang paling berpengaruh membentuk karakter dalam diri seseorang. Bagaimana orang itu hidup, bagaimana cara bersosialisasi dengan masyarakat, bagaimana menyelesaikan masalah, dan semuahal lain yang berkaitan langsung dengan kehidupan kita adalah karena faktornya keluarga.
Nah, setelah kita tau pengertian dari keluarga itu sendiri yuk kita masuk ke inti pembahasan kita sesuai judul!!!
1. Pengertian dan Unsur-unsur Pembentukan Masyarakat
Tentunya banyak sekali definisi mengenai masyarakat menurut ahli sosiologi dunia, berikut di bawah ini adalah beberapa pengertian masyarakat dari beberapa ahli sosiologi dunia.
a. Menurut Selo Sumardjan : masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan.
b. Menurut Karl Marx : masyarakat adalah suatu struktur yang menderita suatu ketegangan organisasi atau perkembangan akibat adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yang terbagi secara ekonomi.
c. Menurut Emile Durkheim masyarakat merupakan suau kenyataan objektif pribadi-pribadi yang merupakan anggotanya.
d. Menurut Paul B. Horton & C. Hunt masyarakat merupakan kumpulan manusia yang relatif mandiri, hidup bersama-sama dalam waktu yang cukup lama, tinggal di suatu wilayah tertentu, mempunyai kebudayaan sama serta melakukan sebagian besar kegiatan di dalam kelompok / kumpulan manusia tersebut.
Masyarakat yang terbentuk paling tidak memiliki unsur-unsur pembentuknya, berikut dibawah ini unsur-unsur pembentuk masyarakat menurut Soerjono Soekanto, dalam masyarakat setidaknya memuat unsur sebagai berikut ini :
a. Berangotakan minimal dua orang.
b. Anggotanya sadar sebagai satu kesatuan.
c. Berhubungan dalam waktu yang cukup lama yang menghasilkan manusia baru yang saling berkomunikasi dan membuat aturan-aturan hubungan antar anggota masyarakat.
d. Menjadi sistem hidup bersama yang menimbulkan kebudayaan serta keterkaitan satu sama lain sebagai anggota masyarakat.
2. Nilai-nilai karakter yang membangun peradaban
Nilai erat kaitannya dengan sikap. Nilai merupakan disposisi yang lebih luas dan sifatnya lebih mendasar, berakar lebih dalam sehingga lebih stabil dibandungkan sikap. Nilai juga dianggap sebagai bagian dari kepribadian individu yang dapat mewarnai kepribadian kelompok atau kepribadian bangsa. Dalam konteksnya yang relevan, nilai menjadi dasar pembentukan sikap manusia terhadap suatu isyu atau permasalahan sehingga dengan nilai cenderung menghindari konflik.
3. Hubungan Keluarga dan
Masyarakat
Keluarga mempunyai sistem jaringan hubungan interaksi yang interpersional dari setiap anggotanya dengan intensitas hubungan satu sama lain, seperti antara ibu dan ayah, ibu, ayah dan anakanak, maupun di antara anak dengan anak; sehingga dapat dikatakan bahwa keluarga merupakan saran yang paling penting dalam menerapkan nilai budaya. Saling ketergantungan yang harmonis diantara "bagian-bagian' dalam keluarga dan masyarakat akan membentuk stabilitas sosial, hal ini dikatakan oleh Comte karena adanya "konsensus terhadap kepercayaan kepercayaan serta pandangan-pandangan dasar selalu merupakan landasan utama untuk solidaritas dalam masyarakat serta agama merupakan sumber utama solidaritas sosial dan konsesus". Setiap individu dalam keluarga dipersiapkan untuk dapat melakukan hubungan dengan mengembangkan solidaritas dan konsensus, dalam keluarga pada mulanya akan memiliki solidaritas mekanik yang berkembang menjadi solidaritas organik.
Akhirnya materi 4 ini sudah selesai, next kita bahas materi 5 ya teman - teman byebye!!
Wasalamualaikum Wr. Wb
Terima kasih
REVIEW By. Fara Aulia
Komentar
Posting Komentar